Resensi Buku Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia

Resensi Buku Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia


Judul Buku                  : Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia
Penulis                         : Dr. T.Hani Handoko,M.B.A
Penerbit                       : BPFE-Yogyakarta (Anggota IKAPI)
Tahun Terbit                : Cetakan Ke-19, Oktober 2012
Jumlah Halaman          : 257 Halaman

Merawat dan Mengembangkan SDM Sebagai Modal Sukses Organisasi
Oleh: Nurul Khotimah

Manajemen dan Sumber Daya Manusia

Tiap organisasi pasti memiliki sumber daya untuk bisa mencapai tujuan. Sumber daya itu bisa dalam bentuk waktu, dana, jaringan, citra, dan sumber daya manusia (SDM). Organisasi mustahil berjalan tanpa adanya manusia–manusia yang menggerakkan di dalamnya, karena manusia jugalah yang membentuk organisasi tersebut untuk mencapai tujuan besar yang mereka cita–citakan. SDM lah yang membuat ide, merancang perencanaan, hingga mengimplementasikan tiap step dan program yang dicanangkan. SDM lah yang menggerakkan sumber daya–sumber daya lain yang tidak hidup seperti dana, waktu, membentuk jaringan, dan menciptakan citra. Maka dari itu, SDM punya nilai yang sangat penting bagi kemajuan organisasi. Organisasi akan besar karena SDM nya, hancur pun juga karena SDM nya.
Bila para manajer ditanya “Apa yang menjadi masalah saudara yang paling penting, sulit, dan membingungkan?” Jawaban yang biasa muncul adalah “Manajemen orang–orang kami”. Menggerakkan SDM itu memiliki keunikan tersendiri karena manusia memiliki dimensi jiwa dan raga yang dinamis. Memiliki kehendak, perasaan, cara berpikir, kepribadian, dan karakter yang berbeda–beda. Dalam sebuah organisasi, pengelolaan SDM bisa dengan kepemimpinan dari manajer, kompensasi, situasi kerja yang nyaman, dan manajemen personalia yang memiliki master plan pengelolaan SDM sehingga SDM bisa benar–benar betah bekerja, merasa terberdayakan,dan loyal terhadap perusahaan.
Sebenarnya, meskipun tampak bahwa orang–orang semakin sulit dikelola pada saat ini, masalah–masalah penarikan, seleksi, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya manusia telah ada sejak ribuan tahun lalu. Kegiatan–kegiatan tersebut adalah bagian pokok pekerjaan setiap manajer, mengelola orang–orang yang merupakan unsur dasar semua organisasi.
Buku Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia ini adalah sebuah buku tentang peranan departemen personalia dalam pengelolaan sumber daya manusia. Tujuannya memperkenalkan konsep–konsep dasar dan praktek–praktek manajemen personalia modern. Penulis buku ini merancangnya untuk kebutuhan bahan ajar mata kuliah.
Buku ini menguraikan secara mendalam mengenai bagaimana manajemen sumber daya manusia itu. Mulai dari desain pekerjaan, analisis pekerjaan, perencanaan SDM, rekrutmen SDM, proses seleksi, latihan dan pengembangan, perencanaan karir, penilaian prestasi kerja, kompensasi, pengelolaan kepuasan kerja, stress dan disiplin karyawan, hubungan serikat karyawan manajemen, audit personalia, dan sistem informasi sumber daya manusia. Saat membacanya, saya menangkap bahwa buku ini terbagi dalam kerangka : perencanaan, implementasi, control, dan pengukuran serta kesalahan–kesalahan umum yang terjadi dalam manajemen SDM.
Salah satu topik yang dibahas dalam buku ini adalah perencanaan karir. Perencanaan karir perlu ditangani karena rencana–rencana SDM menunjukkan berbagai kebutuhan staffing organisasi di waktu yang akan datang dan berkaitan dengan kesempatan–kesempatan karir. Manfaat yang diperoleh dengan adanya perencanaan karir adalah mengembangkan para karyawan yang dapat dipromosi, menurunkan perputaran karyawan, mengungkap potensi karyawan, mendorong pertumbuhan, mengurangi penimbunan, memuaskan kebutuhan karyawan, dan membantu pelaksanaan rencana–rencana kegiatan yang telah disetujui. Perencanaan karir terdiri dari pengumpulan informasi SDM untuk kepentingan perencanaan karir, konseling karir, pengembangan karir lewat prestasi kerja, exposure (menjadi dikenal oleh orang–orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan–kesempatan karir lainnya), permintaan berhenti, kesetiaan organisasional, mentor dan sponsor, dan kesempatan–kesempatan untuk tumbuh.
Topik lain yang juga penting dalam manajemen SDM adalah kepuasan kerja dan penyikapan terhadap stress. Menurut Strauss dan Sayles, kepuasan kerja juga penting untuk aktualisasi diri. Karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan pernah mencapai kematangan psikologis, dan pada gilirannya akan menjadi frustasi. Meskipun hanya merupakan salah satu faktor dari banyak faktor pengaruh lainnya, kepuasan kerja mempengaruhi tingkat perputaran karyawan dan absensi. Perusahaan bisa mengharapkan bahwa bila kepuasan kerja meningkat, perputaran karyawan, dan absensi menurun atau sebaliknya. Sedangkan stress adalah kondisi yang pasti terjadi yang ditimbulkan oleh tekanan pekerjaan dan rutinitas. Cara terbaik untuk mengurangi stress adalah dengan menangani penyebab–penyebabnya. Departemen personalia dapat membantu karyawan untuk mengurangi stress dengan memindahkan ke pekerjaan lain, mengganti penyelia yang berbeda, menyediakan lingkungan kerja yang baru, dan merancang kembali pekerjaan–pekerjaan.
Kelebihan buku ini terletak pada pembahasannya yang rinci pada masing–masing konsep manajemen SDM dan peranan departemen personalia pada organisasi. Sistematika pembahasan topik–topik yang urut dan teralur membuat pembaca akan memahami secara integral tentang manajemen sumber daya. Adanya bab 1 yang menjelaskan tentang ruang lingkup manajemen SDM dan dibentuk dalam skema makro memudahkan pembaca untuk memahami outline pembahasan dari buku ini. Penjelasan dalam buku ini dilengkapi dengan tabel dan sketsa yang mempermudah pembaca memahami paparan yang dijelaskan. Diksinya relatif mudah dipahami untuk ukuran buku akademik seperti ini. Tiap kata atau istilah bahasa asing dijelaskan maksudnya. Daftar pustaka yang ada membuat pembaca bisa melakukan pendalaman buku ini lewat literatur–literature yang lain. Tiap sub bab dipisahkan dengan judul yang jelas sehingga memudahkan untuk membaca.
Kekurangan buku ini terletak pada kertas yang tipis dan menyebabkan beberapa halaman yang tulisannya tembus sehingga agak mengganggu ketika membaca lembaran tersebut. Tidak adanya footnote menjadi kekurangan karena sebagai buku yang diorientasikan untuk akademik, footnote akan menjadi salah satu ukuran keilmiahan buku yang dibuat. Akan lebih baik bila buku ini dilengkapi dengan tips–tips personalia dan manajemen sumber daya manusia sehingga terapannya juga lebih terasa.
Buku ini direkomendasikan untuk mahasiswa manajemen, dosen, praktisi manajemen, akademisi, para kepala HRD perusahaan, personalia organisasi,dan khalayak umum yang berminat pada kajian manajemen sumber daya manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar